Total Tayangan Halaman

Rabu, 25 April 2018

Link Dowload video ABG selingkuh

This is the html version of the file https://media.neliti.com/media/publications/126721-ID-hubungan-kematangan-pribadi-dengan-perse.pdf. Google automatically generates html versions of documents as we crawl the web. Tip: To quickly find your search term on this page, press Ctrl+F or ⌘-F (Mac) and use the find bar. Page 1 JURNAL PSIKOLOGIVOLUME 6, NO.1, APRIL 2011: 390 – 403390 HUBUNGAN KEMATANGAN PRIBADI DENGAN PERSELINGKUHAN SUAMIPutu Yunita Widhayanti1Fakultas Psikologi, Universitas Merdeka MalangFabiola Hendrati2Fakultas Psikologi, Universitas Merdeka MalangAbstractDishonesty is conduct within reason legitimate wife husband someone with otherpeople, but not it official couple, its character is more to accomplish pleasingfeel for agents. Dishonesty will make atmosphere in family becomesinharmonious. Harmonious one less deep family always becomes evokedproblem deep nuptials, since will there are many loggerheaded and happeningdispute.Variably if in family among husband and wife gets to interlacerelationship with every consideration, therefore will most compose congruity infamily. Utilised gets to interlace good relationship needed marks senserelationship among personal that warm. Having relationship self that warm withothers constitutes one of criterion of ripe personality. Free variable inobservational it is personal maturity and variable pending be husbanddishonesty. Subject in observational it is husband at Wonosari's Orchard, whichis 90 person . This research utilizes two scale, which is husband dishonesty scalethat consisting of 60 item and personal maturity scales consisting of 63 item.Validity examination result utilizes formula product moment from Pearsonpoints out 7 item that invalid and available 53 item that valid with rangingcorrelation coefficient among of 0,301 - 0,614, and for personal maturity scalepoints out 9 item invalid and available 54 item that valid or authentic withranging correlation coefficient 0,301 – 0,784 . Result tests reliability husbanddishonesty utilizes formula alpha cronbach pointing out correlation coefficient0,900, and for personal maturity scale as big as 0,925. That thing points outboth of variable measurement scale that reliable or having to mainstay. analysisresult data by use of correlation product moment pearson point out that r = -0,515 by r tables = -0,207 where if r computings -0,515< r table -0,207 its meanexist relationships that adequately strong among person maturity with husbanddishonesty, one that matter personal maturity step-up will be followed byhusband dishonesty decrease.Key word: Personal Maturity, Husband Dishonesty. 1 Korespondensi mengenai artikel ini dapat dilakukan dengan menghubungi:fpsi_unmer@gmail.com 2 Korespondensi mengenai artikel ini dapat dilakukan dengan menghubungi:fhendrati@yahoo.co.id Page 2 KEMATANGAN PRIBADI DENGAN PERSELINGKUHAN SUAMI391JURNAL PSIKOLOGI Fenomenaperselingkuhandikalangan masyarakat semakin lamaseolah telah menjadi trend hidup masasekarang. Kasus perselingkuhan dapatdengan mudah ditemukan dan dilakukanoleh siapa saja tanpa memandang usia,jabatan, status sosial, tingkat pendidikan,dan jenis kelamin. Berkembangnyafenomenaperselingkuhan merupakansebuah bentuk disharmoni dalam keluarga,seperti rumah tangga kacau, ada pihakyang merasa disakiti, meyebabkanpenyakit menular seksual dan perilakuprimitif. Pernikahan sejatinya merupakanikatan suci yang menyatukan dua pribadimelalui komitmen hidup bersamasepanjang masa. Kehidupan pernikahanyang harmonis dan senantiasa hangat pastimenjadi dambaan bagi setiap pasanganyang menikah, namun kebahagiaan yangdiimpikan tidak dapat terwujud denganseketika karena setiap individu yangmenikah tentunya akan dihadapkan padaberbagai permasalahan yang dapat memicukonflik antar pasangan. Salah satu darikonflik tersebut adalah perselingkuhan.Daniel (dalam Kosasih, 2009) mengatakanbahwa perselingkuhan adalah perbuatanlayaknya suami istri yang sah seseorangdengan orang lain, tetapi bukan pasanganresminya, sifatnya lebih kepada memenuhiperasaan senang bagi sang pelaku.Tahun 2005 di Jawa Timurdiperoleh 13.779 kasus perceraian yangdapat dikategorikankibat dariperselingkuhan. Sebanyak 9.071 kasuskarena gangguan orang ketiga dan 4.708karena cemburu. Presentasenya mencapai9,16% dari 150.395 kasus. Hal ini berartisatu dari sepuluh keluarga yang berceraisatu diantaranya karena perselingkuhanyang jika dirata-rata setiap dua jamterdapat tiga pasangan suami istri berceraiakibatperselingkuhan(http://www.mailarchive.com/dearutauhiid @yahoogroups.com/msg02621.html). Penelitian yang pernah dilakukan oleh dr.Boyke Dian Nugraha di klinik Pasutrinya,terdapat 200 orang pasien. Menunjukkanhasil 4 dari 5 pria eksekutif melakukanperselingkuhan. Perrbandingan selingkuhpria dan wanita pun berbanding 5 : 2.(http:///www.awan965.wordpress.com/2007/03/20/data-selingkuh-di-Indonesia/)Dari data tersebut dapat di lihatbahwa perselingkuhan lebih banyakdilakukan oleh suami daripada istri.Menurut Gunarsa (dalam Kosasih, 2009)terdapatbeberapafaktoryangmengakibatkan terjadinya perselingkuhan,diantaranya variasi dalam hubunganseksual, mencari kepuasan emosional,kerinduan akan susana percintaan, rasaingintahu, berkembang dari pertemanan,pembalasan, dan adanya dorongan daripasangan. Perselingkuhan akan membuat Page 3 KEMATANGAN PRIBADI DENGAN PERSELINGKUHAN SUAMIJURNAL PSIKOLOGI392 suasana dalam rumah tangga menjadi tidakharmonis. Harmonisasi yang kurang dalamrumah tangga selalu menjadi masalah yangtimbul dalam pernikahan, karena akanbanyak pertengkaran dan perselisihan yangterjadi. Berbeda apabila dalam rumahtanggga antara suami dan istri dapatmenjalin hubungan dengan baik, makaakan tercipta keharmonisan dalam rumahtangga. Guna dapat menjalin hubunganyang baik dibutuhkan adanya hubunganantar personal yang hangat. MenurutAllport (dalam Baihaqi, 2008) memilikihubungan diri yang hangat dengan oranglain merupakan salah satu kriteria darikepribadian yang matang. Menurut Allport(dalam Hall & Lindzey, 1993) pribadiyang matang adalah pribadi yang memilikiperluasan diri atau aktivitas diri yang luas,mampu menjalin hubungan yang hangatdengan orang-orang lain dan memilikiorientasi yang realistik. Hal ini berartibahwa individu yang matang terlihatsecara aktif dan terikat pada sesuatu atauindividu lain diluar diri individu sendiri.Individu yang matang dapat mencintai danmemperluas diri individu sendiri ke dalamhubungan yang penuh perhatian denganindividu lain, serta menganggap bahwakepentingan individu lain sama pentingnyadengan kepentingan individu sendiri, yaitudengan tidak bersikap egois. Individu yangmemiliki orientasi yang realistik membuatindividu dapat mengetahui siapa dirinyadan menerima keterbatasan-keterbatasan,serta tidak merasa terpukul denganketerbatasan-keterbatasan yang dimiliki.Hal ini membuat individu mampumenerima kelebihan dan kekuranganpasangan,sehingga tidakselalumenganggap pasangan yang selalu salahdan tidak mencari pemenuhan terhadapkekurangan pasangan pada wanita lain.Individu yang matang mengetahui siapadirinya, sehingga akan merasa nyamandengan diri individu sendiri dan dengandunia sekitar individu. Hal ini dapatmembuat individu terhindar dari adanyaperselingkuhan. Berdasarkan uraian diatas,maka peneliti ingin mengetahui apakahada “hubungan kematangan pribadi denganperselingkuhan suami”.MetodeSugiyono (2009) mengatakan bahwapopulasi adalah wilayah generalisasi yangterdiri atassubjek yang mempunyai kuantitas dankarakteristik tertentu yang ditetapkan olehpeneliti untuk dipelajari dan kemudianditarik kesimpulannya. Populasi yangdigunakan dalam penelitian ini adalahseluruh suami di Dusun Wonosari, yaitu90 orang.Sampel adalah sejumlahpenduduk yang jumlahnya kurang darijumlah populasi. Sampel adalah sebagian Page 4 WIDHAYANTI DAN HENDRATI393JURNAL PSIKOLOGI dari populasi. Sampel juga harusmempunyai paling sedikit satu sifat yangsama, baik sifat kodrat maupun sifatpengkhususan (Hadi, 2004). Sampel dalampenelitian ini berjumlah 90 orang, hal inidinamakan sampel jenuh atau sensus,dimana semua anggota populasi dijadikansampel(Sugiyono, 2009). Teknikpengambilan sampel dalam penelitian iniadalah samplingjenuh. Sampling Jenuh adalah teknikpenentuan sampel bila semua anggotapopulasi digunakan sebagai sampel. Halini sering dilakukan bila jumlah populasirelatif kecil, kurang dari 30 orang, ataupenelitianyanginginmembuatgeneralisasi dengan kesalahan yang sangatkecil (Sugiyono, 2009).Pengumpulan data pada penyusunanskripsi ini menggunakan instrumentpenelitian skala psikologi. Skala yaitusuatu daftar pertanyaan yang harusdijawab atau daftar isian yang harus diisioleh sejumlah subjek yang akan diteliti,dan berdasar atas jawaban atau isian itupeneliti mengambil kesimpulan mengenaikondisi subjek yang diteliti (Suryabrata,2006). Skala yang digunakan dalampenelitian ini adalah Skala Perselingkuhandan Skala Kematangan Pribadi. Penelitianini menggunakan dua macam skala yaituskalaPerselingkuhandanskalaKematangan Pribadi.1. Skala PerselingkuhanSkala perselingkuhan disusun berdasarkankarakteristikperselingkuhanyangdikembangkan oleh Allport (dalamBaihaqi, 2008) adalah :a. Jika sering terlambat pulang. Seringkaliterlambat pulang hingga larut malamdengan alasan lembur.b. Sering beralasan “dinas luar”. Seringmelakukan perjalanan, bila pasanganingin mendampingi akan ditolak denganberbagai alasan.c. Adanya perubahan sikap. Perubahansikap pasangan yang tiba-tiba menjadihangat atau tiba-tiba dingin.d. Jika muncul telepon gelap. Pasanganberbicara lirih, teegang bilamenerima telepon dan menjauh daripasangan karena tidak meu didengaroleh pasangannya.e. Jika ada perubahan dalam berhubunganintim. Pasangan menunjukkan gejala-gejala seksual diluar control.Skala perselingkuhan ini terdiri dari 60aitem,disusunberdasarkanderajatfavourable sebanyak 30 aitem dan derajatunfavourable 30 aitem. Skala ini akandiberikan kepada suami. Distribusi danpenyebaranaitemdariskalakecenderungan berselingkuh dapat dilihatpada blue print sebagai berikut : Page 5 KEMATANGAN PRIBADI DENGAN PERSELINGKUHAN SUAMIJURNAL PSIKOLOGI394 Tabel 1Blue Print skala PerselingkuhanNoKomponenPenyebaran AitemTotalFavourableUnfavourable1Sering terlambat pulang66122Sering beralasan “dinas luar”66123Adanya perubahan sikap66124Jika muncul telpon gelap66125Jika ada perubahan dalamberhubungan intim6612TOTAL602 Skala Kematangan PribadiSkala kematngan pribadi dibuatberdasarkan unsur-unsur kematanganpribadi yang dikembangkan oleh Allport(dalam Baihaqi, 2008) :a. Adanya perluasan perasaan ‘diri’.Kemampuan individu untuk tidak hanyaberinteraksi dengan sesuatu benda ataudengan seseorang ‘diluar diri’. Suatuaktifitas yang dilakukan harus relevan danpenting bagi diri.b. Memiliki hubungan yang hangat dneganorang lain. Kemampuan individu untukmemperlihatkan keintiman dan perasaanterharu.c. Terjaminnya keamanan emosional.Memiliki penerimaan diri, memilikikeamanan emosional serta sabar terhadapkekecewaan.d. Memiliki persepsi realistis. Memilikikemampuan untuk memandang duniamereka secara objektif.e. Memiliki keterampilan-keterampilandan tugas-tugas. Individu mampumenyelesaikansetiap tugas yangdiberikandenganketerampilanketerampilan yang dimilikioleh individu.f. Memiliki pemahaman diri. Individumampu mengendalikan dirinya sertamemiliki korelasi yang tinggi antaratingkat pemahaman ‘diri’nya dengan rasahumor.g. Memiliki filsafat hidup yangmempersatukan. Individu memiliki tujuandan rencana dalam hidupnya.Skala kematangan pribadi ini terdiri dari63 aitem, disusun berdasarkan derajatfavourable sebanyak 33 aitem dan derajat Page 6 WIDHAYANTI DAN HENDRATI395JURNAL PSIKOLOGI unfavourable 30 aitem. Skala ini akandiberikan kepada suami. Distribusi danpenyebaran aitem dari skala kematanganpribadi dapat dilihat pada blue printsebagai berikut :Tabel 2Blue Print skala Kematangan PribadiNoKomponenIndikatorPenyebaran AitemTotalFUF1Adanyaperluasan diria. Individu tidak cukup hanyaberinteraksi dengan sesuatubenda atau dengan seseorang ‘diluar diri’b.Suatu aktivitas yang dilakukanharus relevan dan penting bagi‘diri’3 2 2 2 5 4 2Memilikihubungan diriyang hangatdengan oranglaina. Memperlihatkan keintimanb.Perasaan terharu2 2 2 3 4 5 3Terjaminnyakeamananemosionala. Adanya penerimaan dirib.Memiliki keamanan emosionalc. Sabar terhadap kekecewaan1 22 2 11 3 33 4Memilikipersepsi realistisa. Individu memandang duniamereka secara obyektif5495Memilikiketerampilan-keterampilandan tugas-tugasa. Dapat menyelesaikan tugasdengan keterampilan yangdimiliki5496Memilikipemahaman diria. Mampu mengendalikan dirib.Memiliki korelasi yang tinggiantara tingkat pemahaman‘diri’-nya dengan rasa humor3 2 2 2 5 4 7Memiliki filsafathidup yangmempersatukana. Memiliki tujuan dan rencana459TOTAL63 Page 7 KEMATANGAN PRIBADI DENGAN PERSELINGKUHAN SUAMIJURNAL PSIKOLOGI396 Peneliti dalam penelitian ini menggunakanmodel skala dikotomi, yaitu denganmemberikan skor pada bentuk pernyataanskalaperselingkuhandanskalakematangan pribadi dengan penilaianbergerak dari 1 (satu) dan 0 (nol) untukpernyataan favourable dan bergerak 0(nol) dan 1 (satu) untuk pernyataanunfavourable. Respon yang diberikan olehsubyek adalah taraf kesetujuan atauketidaksetujuan dalam variasi jawaban Yadan Tidak, dengan penjelasan pada tabel 3.Tabel 3Pemberian SkoringAlternatif JawabanFavourableUnfavourableYa10Tidak01ValiditasValiditas suatu alat tes adalah untukmengungkap seberapa jauh alat tes itumengukur apa yang seharusnya diukur.Validitas penelitianmempersoalkanderajat kesesuaian hasil penelitian dengankeadaan yang sebenarnya; sejauh manahasil penelitian mencerminkan keadaanyang sebenarnya. Jadi, makin tinggivaliditas suatu alat tes maka alat testersebut makin mengenai sasarannya,makin menunjukkan apa yang seharusnyadiukur (Suryabrata, 2006). Validitaspenelitianmempersoalkanderajatkesesuaian hasil penelitian dengan keadaanyang sebenarnya, sejauhmana hasilpenelitian mencerminkan keadaan yangsebenarnya (dalam Suryabrata, 2006).Dalam kasus yang variabelnya terdiri atasdua macam, yaitu 1 dan 0, perhitungankorelasinya dilakukan dengan komputasikoefisien korelasi point-biserial ataukoefisien korelasi biserial (dalam Azwar,2009).ReliabilitasReliabilitas alat ukur menunjukkan sejauhmana hasil pengukuran dengan alattersebut dapat dipercaya. Hal ini dapatditunjukkanoleh tarafkeajegan(konsistensi) skor yang diperoleh oleh parasubyek yang diukur dengan alat yangsama, atau diukur dengan alat yang setarapada kondisi yang berbeda. Reliabilitasdiukur dengan menggunakan rumus Rulon(dalam Azwar, 2009) merumuskan suatuformula untuk mengestimasi reliabilitasbelah dua tanpa perlu berasumsi bahwakedua belahan mempunyai varians yangsama. Perbedaan skor dengan varians yang Page 8 WIDHAYANTI DAN HENDRATI397JURNAL PSIKOLOGI besarnya ditentukan oleh varians erormasing-masing belahan. Reliabilitas yangdiukur dengan menggunakan rumusformula RulonPersiapan Alat UkurAlat ukur yang digunakan dalam penelitianini berupa skala, yang terdiri dari duaskala, yaitu skala kematangan pribadi danskala perselingkuhan, adapun rincian skalatersebut adalah sebagai berikut :a. Skala kematangan pribadi terdiri dari 63aitem, disusun berdasar derajat vourablesebanyak 33 aitem, dan unfavourablesebanyak 30 aitem dengan perincianadanya perluasan perasaan diri sebanyak 9aitem, memiliki hubungan diri yang hangatdengan orang lain sebanyak 9 aitem,terjaminnyakeamananemosionalsebanyak 9 aitem, memiliki persepsirealistis 9 aitem, memiliki keterampilandan tugas-tugas sebanyak 9 aitem,memiliki pemahaman diri sebanyak 9aitem, memiliki filsafat hidup yangmempersatukan sebanyak 9 aitem.b. Skala perselingkuhan terdiri dari 60aitem, disusun berdasar derajat favourablesebanyak 30 aitem, dan unfavourable 30aitem dengan perincian komponen sebagaiberikut : jika sering terlambat pulangsebanyak 12 aitem, sering beralasan “dinasdiluar” sebanyak 12 aitem, adanyaperubahan sikap sebanyak 12, jika muncultelepon gelap sebanyak 12 aitem, jika adaperubahan dalam hubungan intimsebanyak 12 aitem.Pelaksanaan Penelitian1. Pengumpulan DataPelaksanaan penelitian diadakan pada hariSenin - Selasa tanggal 29 -30 Agustus2011 engan cara memberikan skala secaralangsung kepada seluruh suami yangtinggal di dusunWonosari yang berjumlah90 orang. Penyebaran skala dilakukan olehpeneliti sendiri dengan dibantu oleh ketuaRT masing-masing yang berjumlah empatorang. Pada hari pertama yaitu tanggal 29September 2011, peneliti yang dibantuoleh empat orang ketua RT menyebarkanskala pada sore hari, karena sebagian besarpara suami sudah pulang kerja dan dapatmengisi skala tersebut. Peneliti mengambilkembali skala pada tanggal 30 Agustus2011. Penelitian ini dilakukan dengan caramembagikan dua skala sekaligus, yaituskala kematangan pribadi sebanyak 63aitem dan skala perselingkuhan sebanyak60 aitem. Pembagian skala terhadapsubyek penelitian dilakukan denganmendatangi rumah dari masing-masingsubyek penelitian.2. Pelaksanaan SkoringData yang terkumpul kemudian di skoringsecara manual dengan mengoreksi setiapaitem yaitu memberi nilai bergerak dariangka 1 (satu) untuk jawaban ya sampai 0 Page 9 KEMATANGAN PRIBADI DENGAN PERSELINGKUHAN SUAMIJURNAL PSIKOLOGI398 (nol) untuk jawaban tidak untukpernyataan favourable, sedangkan untukpernyataan unfavourable bergerak mulaidari angka 0 (nol) untuk jawaban yasampai 1 (satu) untuk jawaban tidak.Pelaksanaan skoring berlangsung selamasatu minggu dari tanggal 31 Agustus2011–6 Agustus2011, kemudian dibuat dalambentuk tabulasi dan dilakukan analisisdata.Uji Validitas dan Reliabilitas1. Hasil Uji ValiditasSkala psikologi pada penelitian ini telahdikoreksi dan dibimbing oleh dosen paradosen pembimbing dengan mengkajisetiap aitem yang digunakan apakahmemiliki kesesuaian dengan teori yangdigunakan. Dengan demikian dapatdiketahui sejauhmana aitem dari skalatersebut layak untuk di sebar pada subyek.Perhitungan kesahihan butir aitemmenggunakan korelasi Point Biserial.Setelah dilakukan perhitungan makaselanjutnya membandingkan rxysetiap aitem dengan rtabel.Berdasarkan perhitungan uji validitas,maka dari keseluruhan aitem skalaperselingkuhan yang berjumlah tersebutberjumlah 60 aitem diperoleh aitem yangvalid atau sahih berjumlah 53 aitem danyang gugur terdiri dari 7 aitem. Butir –butir aitem yang gugur yaitu aitem nomor2, 12, 18, 25, 28, 45 dan 55. Koefisienkorelasi untuk aitem - aitem yang validbergerak dari 0,301 sampai 0,614 dan yangtidak valid bergerak dari -0,197 sampaidengan 0,037. Hasil perhitungan ujikesahiihan aitem skala kematangan pribadiberjumlah 63 aitem didapatkan hasilbahwa aitem yang sahih berjumlah 54 danaitem yang dinyatakan tidak sahih ataugugur berjumlah 9 aitem. Butir – butiraitem yang tidak sahih yaitu aitem nomer6, 11, 19, 28, 30, 39, 41, 46, dan 56.Koefisien korelasi untuk aitem - aitemyang valid bergerak dari 0,301 sampai0,784 dan yang tidak valid bergerak dari -0,101 sampai dengan 0,202. Sebaranbutir aitem yang sahih dapat dilihat padatabel di bawah ini :2. Hasil Uji ReliabilitasUntuk pengukuran reliabilitas instrumentpada skala penelitian ini (skalaperselingkuhan dan skala kematanganpribadi) menggunakan rumus formulaRulon yang dapat dilihat pada tabeldibawah ini. Page 10 WIDHAYANTI DAN HENDRATI399JURNAL PSIKOLOGI Tabel 5Hasil Uji ReliabilitasSkalaKoefisien ReliabilitasKategoriPerselingkuhan0,900Sangat reliabelKematangan Pribadi0,925Sangat reliabelSkala Koefisien Reliabilitas KategoriPerselingkuhan 0,900 Sangatreliable,Kematangan Pribadi 0,925 Sangatreliable Berdasarkan tabel diatas dapatdiketahui bahwa reliabilitas skalaperselingkuhan dengan nilai koefisienreliabilitas sebesar 0,900. Hasil perhitungareliabilitas untuk skala kematangan pribadidiperoleh nilai koefisien reliabilitassebesar 0,925 artinya bahwa instrumentpenelitian yangdipergunakan inimempunyai reliabilitas tinggi ataumemiliki kehandalan yang tinggi.Reliabilitas instrument penelitian telahmenggunakan rumus dan hasil dariperhitungan tersebut kemudian disesuaikandengan kaidah reliabilitas Guilford yangada pada tabel di bawah ini.Tabel 6Kaidah Reliabilitas GuilfordAngka reliabilitasKeterangan>0,900,70 – 0,900,40 – 0,700,20 – 0,40 Contoh Tulisan Berjalan

BERGABUNG BERSAMA BLOGGER DAN E-P MARKETING PALING TOP

@tokoarb - WEBSTA